Kamis, 19 Juni 2014

Dua Sejoli

Assalamu'alaikum

Marhaban ya ramadhan..
Bulan yang penuh berkah akan segera tiba. Semua mengingatkanku pada sosok Alm. Datuk (Kakek) dan Almh. Uwo (Nenek) dimana dua sejoli tersebut di panggil oleh Allah SWT. Tepatnya setelah Idul fitri Datuk dipanggil. Insha Allah, Datuk mendapat tempat yang nyaman. Dalam mimpi Datuk menjemput uwo. Ya Allah, ternyata tak lama setelah mimpi itu Allah memanggil Uwo. Hanya selang waktu sebulan tepatnya. 
Sedih yang kurasa, namun ikhlas ku terima. Namun, ada Rasa syukur terucap karena dua sejoli ini meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Subhanallah. Mungkin kita sendiri akan memikirkan kelak bagaimana kita di panggil Allah SWT. Apakah dalam keadaan yang tak dinginkan atau dalam keadaan yang di harapkan semua orang yaitu khusnul khotimah.
Datuk atau disebut Kakek bernama Natsir adalah Sosok yang humoris, ramah dengan semua orang, senang bermain alat musik, menyanyi karena dulu sempat mencari nafkah dengan bermain alat musik, dan bernyanyi, belum lagi sifatnya suka sekali membaca Al Qur'an bahkan hingga larut menjelang dirinya tidur, Subhanallah.
Kakek sesosok Tauladan bagiku di keluarga. Ia penyayang dan bijaksana dalam bertindak. Saat bujangan dulu kakek terkenal gigih. Beliau merantau ke beberapa daerah meskipun merasa lelah. Ia terus berjuang dan bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah pada nya. Kesederhanaan kakekku membuat seorang teman kagum padanya. sampai suatu saat temannya ingin sekali menjodohkanya dengan sepupunya yaitu Siti Zainab. Sosok perempuan lembut, cantik hatinya, dan tegas dan disiplin. Setelah kakek memantapkan hatinya. Ia pergi ke tempat temannya, untuk segera meminang sang perempuan cantik hatinya. Mereka pun menikah secara sederhana. 

Allah berfirman dalam Al-quran surat ar-Rum/30:21. yang artinya Di antara tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah adalah Dia menciptakan dari sejenismu pasangan-pasangan agar (kamu) masing-masing memperoleh ketenteraman dari (pasangan) nya, dan dijadikannya diantara kamu mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Dari ayat Al-Quran dapatku simpulkan. Jika mereka berjodoh, karena mereka memiliki kesamaan satu dengan yang lain, yaitu ramah, jujur, dan lembut hatinya. Subhanallah. betapa bersyukurnya diriku termasuk dari keturunan dua sejoli itu. Pernah suatu kisah kakekku sempat salah paham dengan nenek ku. sang nenek adalah tipe penyabar, dia tak ingin adanya perselisihan, terkadang dia hanya diam sesaat untuk meredakan suasana. kakekku adalah seorang yang jujur dan tak ingin adanya keganjalan dalam hatinya. dan dirinya datang menghampiri istrinya. dengan lembut dia menjelaskan semua. saling menkoreksilah mereka satu sama lain, agar kesalahpahaman dapat di minimalisir. Aku juga kagum dengan mereka  yang tipenya orang setia.
Satu hal yang belum ku jelaskan. Kakek dan Nenekku saling Mencintai karena Allah, dan Allah mempersatukan mereka hingga akhir hidup. Seperti halnya Lagu yang pernah ku dengar berbunyi :
"cintailah aku karena Allah, sayangilah aku karena Allah..." selanjutnya aku lupa lirik :p hehehe. 

Itu mungkin sepenggalan cerita kisah dua sejoli, yang mungkin bisa menjadi inspirasi buat kita semua. Kalau jodoh itu takkan kemana yah.

Cerita hal serupa sama dengan kakakku yang pertama. Sudah banyak yang ingin melamar kakakku. bukan orang tuaku ingin menjodohkan, tetapi pihak pria yang ingin mengenal kakakku. Namun, jodoh tak bisa dipaksa. Jika bukan jodoh takkan bersama. Semua tidak ada kecocokan. Menjelang usianya yang cukup matang kakak terus bersabar dan isitqomah serta tidak lupa berusaha memperdalam ilmu agama. Dan akhirnya mengikuti ta'aruf. Tiba-tiba murobi memberitahu kakak ada yang ingin ta'arufan dengannya. Nama inisial mereka hampir sama, lucu memang. setelah saling setuju untuk bertukaran biodata. mereka bertemu di mesjid sunda kelapa. pertemuan pertama mereka di saksikan murobi. Mereka saling menjelaskan satu sama lain kekurangan kelebihan mereka, visi misi jika berkeluarga kelak. Setelah itu ikhwan berusaha berkomunikasi dengan akhwat tiap ada waktu, karena komunikasi itu penting untuk mengenal satu sama lain. Banyak hal yang mereka bicarakan. Mereka bertemu seminggu sekali atau dua minggu sekali. yang Pasti di temani Adik sepupuku atau dengan Ibuku. dalam hal ini sih boleh saja bertemu asal dengan Mahromnya. Setelah berjalan tiga bulan ternyata Ikhwan sudah memantapkan hatinya dengan shalat istikarah begitu juga dengan akhwat. Ikhwan itupun berusaha menghapal ijab qobul sebulan sebelum memutuskan untuk meminang akhwat. Pihak ikhwan datang ke rumah akhwat membawa keluarga untuk perkenalan satu dengan yang lain dengan kata lain di khitbha sebagai tanda pengikat. Setelah itu mereka segera mempersiapkan keperluan walimatul usry, tetap saja perlu adanya mahrom untuk menemani mereka. Alhamdulillah semua berjalan lancar, walau si ikhwan agak tegang pas ucap ijab qobul hehehe

Jadi jangan pernah lelah jalani hidupmu, yakinlah semua akan menjadi indah dan percayalah akan berakhir bahagia. Dengan satu jawaban dari Allah. Jangan pernah berhenti berharap ya kawan. Jika berjodoh akan dipertemukan :)

Niatkan Hati, Tuluskan niat, mantapkan Hati jika telah merasa menemukanya. Jangan lupa berdoa kepada Allah SWT. Mungkin ini saja cerita dua sejolinya. Mudah-mudahan bisa menginspirasi kita semua. Amiin ya rabbal'alamin :)