Assalamu'alaikum wr. wb
mmmm...sekedar share aja
Tau kah kalian tentang pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa dibumi
dan Tahu kah cerita tentang Ali dan Fatimah
Dipendamkan di dalam hatinya, yang tidak diceritakan kepada sesiapa tentang perasaan hatinya. Tertarik dirinya seorang gadis, yang punya peribadi tinggi, paras yang cantik, kecekalan yang kuat, apatah lagi ibadahnya, hasil didikan ayahnya yang dicintai oleh umat manusia, yakni Rasulullah S.A.W. Itulah Fatimah Az-Zahrah, puteri kesayangan Nabi Muhammad, srikandi berperibadi mulia.
(hihihi..aku jg smp skrg memendamnya ttg seseorang sangat lama)
loh ko jadi kesana yah...^^ mari lanjutkan ceritanya
singkat cerita ternyata Fatimah memiliki perasaan yang sama...wahhhh :') dan akhirnya Allah SWT mempersatukan mereka. Alhamdulillah yah..
Begitulah cinta yang bersenikan diam. Mereka saling mencintai, tetapi memendam perasaan itu kerana tidak ingin cinta mereka melebihi cinta kepadaNya.
Memang sukar menjadi mereka, tetapi untuk meneladani mereka tidaklah sukar. Wahai lelaki, jadilah sejantan Ali, melamar gadis pilihanmu dengan jalan yang diredhaiNya, yakni pernikahan, bukannya pacaran, karena pacaran itu banyak keburukan berbanding kebaikan.Dan teladanilah Fatimah, menjaga peribadinya biarpun hatinya meruntun cintanya pada pemuda sehebat Ali r.a.
Titipkan cintamu kepada jodoh yang belum diketahui siapa, dan untuk mendapat yang terbaik, jadilah yang terbaik. Jika dirimu jatuh cinta, diamkanlah, kerana syaitan mencoba menyelinap masuk untuk jadikannya cinta bernafsu.
Jika dirinya bukan untukmu, ridhoilah, karena Allah ada rencana yang lebih baik lagi buat kita. Buat diriku juga, saat ku jatuh cinta denganmu, akan ku diam dan dirimu pasti tak ketahui, melainkan setelah dirimu datang kepada keluargaku, untuk meresmikan, wahai jodoh yang tak diketahui.
nah, maka dari itu kawan janganlah berpacaran yah..semua pasti ada jalanya, kalau dia jodoh kita, insya Allah akan diberi jalan sama Allah. Cukup bersabar, ikhtiar, tawakal insya Allah dipermudah...aminn ya rabbal'alamin ^^
kenapa Islam melarang berpacaran??
Pertama: Pacaran adalah jalan menuju zina
Yang namanya pacaran adalah jalan menuju zina dan itu nyata. Awalnya mungkin
hanya melakukan pembicaraan lewat telepon, sms, atau chating. Namun lambat laut
akan janjian kencan. Lalu lama kelamaan pun bisa terjerumus dalam hubungan yang
melampaui batas layaknya suami istri. Begitu banyak anak-anak yang duduk di
bangku sekolah yang mengalami semacam ini sebagaimana berbagai info yang
mungkin pernah kita dengar di berbagai media. Maka benarlah, Allah Ta’ala
mewanti-wanti kita agar jangan mendekati zina. Mendekati dengan berbagai jalan
saja tidak dibolehkan, apalagi jika sampai berzina. Semoga kita bisa
merenungkan ayat yang mulia,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32). Asy
Syaukani rahimahullah menjelaskan, “Allah melarang mendekati zina. Oleh
karenanya, sekedar mencium lawan jenis saja otomatis terlarang. Karena segala
jalan menuju sesuatu yang haram, maka jalan tersebut juga menjadi haram. Itulah
yang dimaksud dengan ayat ini.”[1] Selanjutnya, kami akan tunjukkan beberapa
jalan menuju zina yang tidak mungkin lepas dari aktivitas pacaran.
Kedua: Pacaran melanggar perintah Allah untuk menundukkan pandangan
Padahall Allah Ta’ala perintahkan dalam firman-Nya,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ
ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan
pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci
bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.” (QS.
An Nur: 30). Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman
untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang
bukan mahrom. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita yang bukan mahrom,
maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya. Dari Jarir bin Abdillah,
beliau mengatakan,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ
فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan
yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.”[2]
Ketiga: Pacaran seringnya berdua-duaan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ
ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal
baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka
berdua kecuali apabila bersama mahromnya.”[3] Berdua-duaan (kholwat) yang
terlarang di sini tidak mesti dengan berdua-duan di kesepian di satu tempat,
namun bisa pula bentuknya lewat pesan singkat (sms), lewat kata-kata mesra via
chating dan lainnya. Seperti ini termasuk semi kholwat yang juga terlarang
karena bisa pula sebagai jalan menuju sesuatu yang terlarang (yaitu zina).
Keempat: Dalam pacaran, tangan pun ikut berzina
Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini
menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ
فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ
وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ
زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ
وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang
pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina
kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan
adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati
adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan
membenarkan atau mengingkari yang demikian.”[4]
nah, ini bisa jadi bahan pembelajaran buat kita semua, bahwa
islam tidak menganjurkan adanya sistem pacaran, lebih baik bila sudah mampu ,
maka menikahlah..biar dia halal bagimu, pacaran setelah menikah itu baik tidak
akan menimbulkan fitnah ataupun zina ^^
Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu –
dari Nabi Muhammad
SAW,
beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena
hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya.Pilihlah
yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”.
waaaaahhh, mungkin ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan.
sebab Agama yang mengajarkan kita tentang semua kebaikan...
mmmmmm, mudah2n ini jadi bekal pembelajaran....ayoooo kita
tingkatkan Iman dan Takwa ^^. Insya Allah bersungguh2 karena Allah yah...jgn karena seseorang...hehe ^^
sampai disini dulu yah.mudah2an bermanfaat buat kita
semua..semangaaatttt ya kawan, insya Allah jodoh ga akan kemana2, tapinya dianya dagh menjauh.(bisa aku rasakan perubahannya) huhuhuh..harus yakin..cm bisa memendam..biarlah indah pada waktu yang tepat (
hihihi curcol lg dagh ^^)
wassalamu'alaikum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar